RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ketakutan Bupati BU Ir. Mi’an terhadap infrastruktur jembatan yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) akhirnya terjadi, khususnya pada jembatan panjang yang berada diwilayah Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP). Yang akhirnya amblas, lantaran dilintasi oleh muatan yang sudah tidak lagi sebanding dengan kekuatan jembatan.
Apa yang ditakutkan Bupati BU ini sudah diungkapkannya pada Musrembangkab BU beberapa waktu lalu, dimana saat itu dirinya sudah menyampaikan secara tegas kepada pihak perwakilan Pemerintah provinsi agar dapat segera menindaklanjuti kondisi infrastruktur jembatan di Kabupaten BU. Mengingat, saat ini banyak infrastruktur jembatan dan jalan di BU yang merupakan jalan milik Provinsi, sudah mulai tidak layak digunakan. Sementara untuk jembatan panjang TAP ini, ia sudah mengemukakan akan membantu pihak Provinsi untuk dapat membangun jembatan. Dimana, pihaknya siap membebaskan lahan disekitar jembatan. Hal ini diunngkapkannya, karena kondisi jembatan yang sudah tua, dan hasilnya pun terlihat saat ini jembatan itu amblas.
” Saya sudah menyampaikan kepada pihak pemprov bahwa kondisi infrastruktur di BU sudah banyak yang sangat mengenaskan, dan diharapkan agar itu dapat ditindaklanjuti. Dengan kejadian ini, semoga saja pihak pemprov terbuka matanya, mengingat jembatan ini sudah menjadi akses utama masyarakat BU khususnya pengendara kendaraan yang melintasi Arga Makmur-Bengkulu,” ungkap Bupati yang kembali menyampaikan hal ini dihadapan masyarakat TAP serta perwakilan pihak provinsi dilokasi jembatan.
Disisi lain, dengan adanya kejadian amblasnya jembatan ini. Dihimbau, bagi pengendara yang ingin ke Kota Argamakmur dan sekitarnya atau sebaliknya dari Argamakmur hendak ke Bengkulu, yang biasanya melintasi jalur tengah karena lebih cepat dibanding jalur lain, terpaksa kini harus lewat jalan alternatif lain. Pasalnya, Jembatan Panjang Simpang Tanjung Agung Palik Kecamatan Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara retak di bagian pangkal.
Pantauan dilapangan, retaknya landasan jalan itu diketahui sekitar pukul 03.40 WIB Sabtu (21/4). Warga sekitar pun dengan sangat terpaksa, memblokir jalan atau jembatan tersebut supaya tidak terjadi kecelakaan atau musibah fatal. Jembatan yang dibangun puluhan tahun silam itu, retak karena pondasi jembatan nyaris ambruk. Itu disebabkan, struktur tanah yang terus tergerus arus sungai hingga menyebabkan pondasi jembatan itu nyaris abrasi.
Sementara itu memang, kebiasaan pengendara yang ingin ke Kota Argamakmur, lebih memilih jalur tengah dibanding melintasi jalan lintas Lais dan jalan lintas Lubuk Kerkap. Karena perbandingan jarak tempuh, jika melewati jalur tengah lebih singkat sekitar 20 menit atau sekitar 20 km lebih dekat dibanding kedua jalur alternatif Lais dan Kerkap.
Asisten Ombudsman RI Provinsi Bengkulu, Irsan Hidayat mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi ke Pemprov Bengkulu guna mengetahui terlebih dahulu apakah benar jembatan itu kewenangan Pemprov Bengkulu. Jika benar, pihaknya akan menindaklanjuti khususnya kepada instansi terkait.
” Kami akan pastikan dulu apakah benar jembatan itu kewenangan Pemprov. Kalau nanti memang benar, kami menyayangkan atas kejadian ini. Seharusnya pihak terkait itu lebih tahu, sebelum sesuatu terjadi jembatan itu harus dilakukan pengecekan berkala,” singkat Irsan.
kepala Dinas PUPR Kabupaten BU Heru Susanto, ST dikonfirmasi awak media mengatakan. Perbaikan jembatan TAP yang amblas diperkirakan akan memakan waktu selama seminggu. Ia menambahkan, perbaikan jembatan akan ditangani oleh pihak PUPR Provinsi Bengkulu. Sebab jalan merupakan jalan provinsi.
” Nanti di lokasi yang amblas akan dipasang jembatan Bailey sepanjang 30 meter. Kalau tidak ada halangan, pemasangan akan memakan waktu sekitar satu minggu,” terang Heru.
Terlihat disekitar lokasi, mulai Sabtu sore pihak petugas dari provinsi sudah mulai melakukan tindakan di lokasi. Petugas tampak menyingkirkan pondasi jembatan yang amblas dari dalam sungai, sebab pondasi yang lepas itu tersangkut di salah satu tiang utama jembatan. Jika tidak cepat disingkirkan, dikhawatirkan akan menambah daya tekan ke tiang utama saat arus air meningkat sehingga bisa mengancam keberadaan jembatan utama.
Seluruh kendaraan yang melintas baik roda empat maupun roda dua, juga diupayakan dialihkan ke jalur Lubuk Durian. Namun sayang, masih ada beberapa pengendara sepeda motor yang nekat melintasi jembatan padahal sangat berbahaya.
Camat Tanjung Agung Palik, Nirwan Tomeri menjelaskan, turunnya permukaan lantai jembatan ini dikarenakan bronjong pelapis tebing yang ada di bawah jembatan, sudah lama hanyut terbawa oleh air sungai. Kondisi ini, menyebabkan permukaan tanah di bawah pondasi jembatan mengalami pengikisan dan menyebabkan landasan pondasi jembatan menjadi turun.
” Bronjong sudah tidak ada lagi, hanyut terbawa arus. Jadi, jembatan turun. Saat ini, masyarakat khususnya pengguna kendaraan demi keselamatan diharapkan tidak melakukan aksi nekat melintasi jembatan tersebut, hal ini dilakukan guna menghindari adanya korban jiwa,” singkat mantan Sekdis Satpol PP BU ini.
Laporan : Effendi

